Jumat, 16 Maret 2018

Terima Kasih Karena Pernah Ada

Aku seakan terpuruk oleh keadaan
Menangis sesegukan
Meratapi yang telah terjadi

Mengingat lagi apa yang telah kamu tinggalkan, mengingat lagi ketika setia ini tiada artinya.

Lama aku bisa percaya padamu, sebab luka lalu.
Ketika aku telah percaya, ternyata sama saja dengan mereka yang mengingkari.

Jika datang lagi seseorang yang menawarkan ketulusan, apakah aku akan percaya? Jika datang lagi seseorang sepertimu, apakah hatiku akan menerima??
Sedang aku adalah wanita yang paling lama menyimpan luka, lantas apa yang bisa aku bawa pergi setelah kepergianmu, selain Luka??

Ahh sungguh naif diriku, meminta hal yang begitu sulit untuk di terima.
Sungguh naif diriku, meminta di perjuangkan ketika tak akan ada yang mampu.

Lagi lagi aku menangisimu, ah bukan kamu... Tapi setiaku, yang ternyata terbalaskan luka.

Dan Terima kasih karena pernah ada.

Salam,
Yulhie

Ada yang menertawakanku di ujung sana, Begitu hebat tawanya hingga sangat jelas tawa yang aku dengar. Siapa disana??? Aku mulai mencari, menyusuri lorong gelap yang pernah aku lalui.. Di ujung sana, ku dapati setia yang melebur bersama luka, ditertawai oleh penyesalan. Sungguh angkuh rasa sesal itu, hingga begitu tega menertawai setia yang ada. Lukanya dalam ternyata pantas jika sesal itu begitu girangnya menari diatas khianat. Ah sudahlah, aku ingin kembali berjalan meski penyesalan menertawai, meski ia menari bersama khianat.

Kamu Hanyalah Mimpi

Jangan lagi datang menawarkan mimpi, sebab aku sudah kenyang perihal bermimpi.

Aku lelah dengan mimpi semu yang kamu tawarkan, sudahlah.
Biarkan patahan hatiku berserakan,aku sendiri yang akan menyusunnya kembali, untuk kesekian kalinya.

Berawal kedatanganmu mengobati luka, namun pergi dan membuat luka baru yang lebih menganga.

Aku menangis, sudah jelas.
Karena aku bukan perempuan kuat jika hatiku terluka.
Aku menangis, iya menangisi kamu dan aku yang pernah bermimpi untuk menjadi kita.

Maafkan, sebab kamu hanyalah mimpi.

Salam,
Yulhie

Melepasmu

Air mata tak mampu aku bendung kini,
Searah dengan langkah kakiku pergi menjauh darimu,
Aku ingin kamu bahagia, meski itu bukan denganku,
Terdengar bijak memang, meski hati menjerit dan meronta.

Aku menyeka air mataku, seraya menguatkan hati untuk tetap kuat melepasmu.
Perihal jodoh sudah diatur olehnya.
Baik denganmu ataupun bukan, itu sudah menjadi KuasaNya.

Saat ini memang hatiku patah, namun takkan pernah aku menyalahkanmu perihal hati yang patah ini.
Semua sudah aturannya, Tuhan menguji setiap hamba agar kita tetap kembali padaNya.

Maafkan aku yang pernah mencintaimu.

Salam,
Yulhie

Aku Tertipu

Engkau datang dengan harapan kebahagian,
Menawarkan segudang cinta dengan kehidupan yang sederhana,
Aku terpesona dengan semua itu melihat dari satu arah yaitu Cinta.

Aku masih ingat jelas, ketika kamu memulai mengusikku dengan perhatianmu.
Masih sangat jelas, ketika kamu tawarkan sebuah ikatan yang setiap wanita impikan.

Aku seperti terhipnotis oleh setiap kata yang kamu lontarkan, begitu mendalam hingga lupa akan satu hal yaitu perihal Jodoh.

Ya aku lupa akan itu, lupa jika besok atau besoknya lagi semua bisa berubah.
Aku terlalu mendalami rasaku, sedang aku harusnya menyerahkan semua kepada sang pemberi Cinta.

Kini semua berubah, kamu yang dulu hilang ketika sudah dalam rasa yang tersimpan didalam dada.
Kakimu melangkah pergi perlahan membawa sepotong hati yang pernah kamu ukir bahagia diatasnya.

Kini semua sesak yang aku rasa, menangispun tak akan mengobati.
Berserah padaNya adalah hal yang harusnya ku lakukan sejak dulu, mengembalikan semua perasaan ini hingga tak tersisa itu pintaku padaNya.

Maafkan aku ya Rabb, karena mencintainya terlalu berlebihan.
Maafkan aku, karena tak mampu menjaga hati agar tetap terpaut padaMu.

Salam,
Yulhie

Selasa, 06 Maret 2018

Cemburu

Ada perubahan yang aku rasakan kini,
Engkau semakin menjauh,
Kamu yang aku kenal dulu perlahan memudar, menghilang.

Aku rindu,
Iya aku rindu kamu yang dulu.
Yang penuh sabar akan aku,
Yang jadi penyemangat dipagi hari dan penghantar tidur di malam hari.

Apa kamu sadari perubahan itu?
Ketika dia yang mencintaimu datang diantara kita, ketika aku tahu dia punya segalanya dibanding denganku, aku risih dan aku cemburu.

Apa kamu tahu,? Kala permintaan untuk melepasku pergi adalah permintaan tulusku, karena aku tahu ada yang lebih mencintaimu dibanding diriku.

Bertahan seperti ini membuatku berfikir buruk tentangmu,
Bertahan seperti ini membuatku merasakan kesesakan, tahu karena apa? Karena aku cemburu.

Dan maaf untuk itu.

Salam,

Minggu, 04 Maret 2018

Tidur

Menatap langit- langit kamar, menarik nafas dengan dalam perlahan memejamkan kedua mata berharap tidur malam ini bisa sedikit mengurangi kegelisahan yang berkecamuk.

Aku ingin istirahat dari aktivitas hari ini "fikirku", namum saat ku pejam mataku sosokmu yang muncul mengalihkan segala yang sedang berusaha aku lupakan.

Aku bertahan untuk tetap dalam pengharapanku padamu, hingga seperti ini yang aku rasakan. Apa kamu tau? Aku harap iya, karena itu nyata dariku.

Dalam keadaan lelahpun aku masih tetap saja memikirkanmu, sedang seharusnya aku mampu menghilangkanmu.

Mungkin kamu akan berfikir aku tak berjuang, namun salah. Disini aku berjuang untuk tetap seperti sedia kala, dimana kamu adalah kamu yang dulu dan akupun juga aku yang dulu. Tanpa rasa, tanpa kecanggungan yang membatasi ruang.

Maaf untuk ini, tapi aku lelah saat ini.
Jadi berhentilah. Aku butuh tidur.

Salam