Selasa, 20 Maret 2018

Kalian begitu mirip, kalian begitu sama perihal luka.

Ada kisah malam ini, kau hadir di mimpi seperti nyata,
Aku tidak ingat kapan terakhir kita berjumpa, kapan terakhir kau ada di mimpi.

Apa alasanmu datang malam ini?
Apa kau tau tentang hati yang patah ini?
Apa kau ingin aku bersandar dan mengadu padamu?
Meski rindu, meski itu hanya mimpi aku akan berfikir lagi untuk mengingat tentangmu.

Apa kau tau, caramu menyakiti sama persis dengannya.
Kalian begitu mirip, kalian begitu sama perihal luka.

Ahh aku tertawa mengingat kau dan dia.
Aku pernah bercerita tentangmu padanya, yang ku sebut masa lalu.
Setidaknya untuk tidak melakukan hal yang sama, tapi sepertinya dia belajar darimu untuk mematahkan hati yang sama.

Kau masih sama seperti dulu, masih begitu perhatian meski itu hanya di mimpi.
Aku tidak merindukanmu sungguh, apalagi untuk memikirkanmu.
Jadi jangan salah faham mengapa kau hadir malam ini.

Bahagialah bersama pilihanmu, tak usah menengok kebelakang lagi.
Aku baik-baik saja, aku kuat berkatmu yang mengajariku luka.
Dan terima kasih telah singgah malam ini.

Salam,
Yulhie

Jumat, 16 Maret 2018

Untuk Itu Aku Pergi

Bagiku sudah menjadi hal biasa ketika janji hanyalah tinggal janji,
Aku bukan tak mempercayai, namun karena aku percaya hingga semua berakhir ingkar.

Apa kamu tahu ?
Dikhianati adalah cara terhebat untuk menghancurkan,
Maaf saja tidak akan pernah cukup untuk mengembalikannya seperti sedia kala.

Ingatkah kamu,? tunggu aku bukan mengajakmu mengenang kita.
Aku hanya ingin kamu tahu, kamu yang memintaku untuk berjuang bersamamu namun kamu yang menghianati ini bukan?

Maaf, aku bukan tak mampu menerima,
Karena aku menerima ini sebagai petunjuk dari Nya, aku bersyukur untuk itu.
Sebelum jauh dan teramat jauh,
Allah membuka mataku tuk melihat siapa dirimu, meski perih dihati, aku akan tetap bersyukur.

Benar bukan,?
Bahwa aku bukan seperti yang kau mau?
Maaf, aku tak pernah bisa sepertinya.
Ya sepertinya, yang sempurna dimatamu.

Sekarang aku ingin berdamai dengan hatiku, bukan memaksa melupakanmu, karena pada hakekatnya manusia tidak akan lupa untuk hal yang pernah membuatnya bahagia.
Aku hanya ingin tenang tanpa harus menyimpan benci, dan untuk itu aku pergi.

Salam,
Yulhie

Hening

Beranjak dari keramaian,berpindah tempat ke arah yang memikat mata, di ujung sana aku dapati Hening, aku dapati sepi yang terpojok lamunan.

Rintik gerimis menyejukkan hati seperti tahu jika ia butuh teman, seperti mengerti kala dinginnya mampu mengobati.

Pun rindu yang terpenjara, meminta temu namun tak mampu bersua, seperti waktu yang tiap detiknya mencekik, menyerukan pertolongan agar lepas dari belenggu.

Salam,
Yulhie

Cinta Yang Sesungguhnya

Renungan kisah pilu dalam syukur,
Kisah haru dalam tangis,
Seperti ini sekarang aku melihat hidupku,

Ketika Cinta yang menjerumuskanku dalam api yang menyala-nyala,
Cinta pula yang menenggelamkanku dalam gelap keterpurukan, seperti memenjarakan dalam jeruji bathin.

Aku menjadikan cinta lalu kini sebagai bentuk syukurku melihat hidayahNya,
Cinta pilu yang pernah menyudutkan pengharapan dalam kasih yang tak seharusnya ada.

Penuh syukur yang tak pernah henti,
Tuhan membuka mataku dari cinta yang salah, lukanya menjadikanku manusia sesungguhnya. Lukanya menyadarkan aku dari mimpi-mimpi, yang nyata hanya penghianatan.

Terima kasih untuk luka lalu, sebab itu aku kini lebih mengenal Tuhan.
Cinta yang sesungguhnya.

Salam,
Yulhie

Mereka ulang, Mengukur seberapa jauh pandangan, Mengukur seberapa lelah kaki melangkah, Mengukur seberapa besar sabar yang ada, Mengukur seberapa hebat perjuangan, Mengukur seberapa kuat dalam ujian, Mengukur seberapa tangguhnya hati, Setelah itu, bersyukurlah sebanyak-banyaknya karena Tuhan selalu punya kejutan.

Ceritaku tentangmu dan tentangnya... Cerita kita seperti genggaman tanganmu, Aku dan dia sama-sama menggenggam tanganmu, namun genggamanmu hanya padanya... Tidak berlaku padaku, kapan pun aku melepaskannya maka semua selesai, beda dengannya. Yang tetap kamu pertahankan, yang tak ingin kamu sakiti.

Tenanglah, aku Baik-baik saja

Perihal Luka, setidaknya aku masih bernafas dan aku baik-baik saja.
Meski kemarin aku menangis semalaman,
Dan Sekarang aku ingin berkawan dengan kenyataan, melepas mimpi-mimpi yang semua bercerita tentangmu.

Maaf, jika aku terlalu egois
Aku memikirkan hatiku, sama halnya denganmu. Iya, sebab kamu tak bisa memilih satu di antara kami dan untuk itu aku pergi.

Ku harap kepergianku adalah hal yang tepat untukmu dan juga untuknya,
Oh iya, bukannya ini adalah permintaan halusmu ketika setiap cerita tentangnya selalu saja menyudutkanku, seperti berkata "pergilah dia yang pantas untukku". Its ok.

Aku faham akan itu, akan cerita kita.
Sekarang aku memulai hal baru lagi tapi tanpamu, dan tetap aku baik-baik saja.

Salam,
Yulhie